RIWARA.id, Jakarta – RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo atau RSCM menyampaikan perkembangan terbaru kondisi pasien laki-laki berinisial AY (27), korban luka bakar akibat paparan cairan kimia yang mengenai wajah dan sejumlah bagian tubuh.
Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (18/3/2026), pihak rumah sakit menyebut pasien telah menjalani tindakan operasi berupa pembersihan jaringan (debridement) pada Senin (16/3).
Tindakan tersebut dilakukan untuk mengangkat jaringan kulit yang mengalami kerusakan akibat luka bakar kimia.
Selain itu, tim medis juga telah melakukan prosedur cangkok kulit pada sebagian area luka guna mempercepat proses penyembuhan.
Perawatan Intensif Masih Berlangsung
Saat ini, pasien masih menjalani perawatan luka secara intensif di RSCM. Tim dokter terus melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi luka, termasuk kedalaman luka bakar, se bagai dasar penentuan waktu optimal untuk tindakan cangkok lanjutan.
“Perawatan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan klinis pasien,” tulis pihak RSCM dalam keterangannya.
Pemantauan ini juga bertujuan untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal sekaligus mencegah risiko infeksi sekunder yang dapat memperburuk kondisi pasien.
Kerusakan Mata Kanan Capai 40 Persen
Salah satu perhatian utama dalam penanganan kasus ini adalah kondisi mata kanan pasien. RSCM mengungkapkan terdapat kerusakan sel punca kornea yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen.
Sebagai langkah penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi.
Langkah ini bertujuan untuk melindungi permukaan mata sekaligus mendukung proses regenerasi jaringan.
“Kondisi mata kanan saat ini stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” tulis RSCM.
Meski demikian, proses epitelisasi atau pembentukan kembali lapisan permukaan kornea masih terus dipantau secara ketat oleh tim dokter.
Kondisi Pasien Dalam Pengawasan Multidisiplin
RSCM memastikan pasien berada dalam pengawasan tim medis multidisiplin yang memberikan perawatan ko mprehensif.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi respons tubuh terhadap terapi serta mengantisipasi kemungkinan komplikasi lanjutan.
“RSCM berkomitmen memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan berbasis keselamatan pasien,” demikian pernyataan resmi rumah sakit.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada tim medis dalam menangani kasus tersebut.
Datang ke IGD dengan Luka Bakar 20 Persen
Sebelumnya, pasien diketahui datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) sekitar pukul 00.00 WIB dengan kondisi luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.
Selain itu, pasien juga mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan akibat paparan zat kimia.
Hasil pemeriksaan awal menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam.
Dari hasil diagnosis, pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.
Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan serius pada permukaan kornea.*
Inung R Sulistyo


RSCM mengungkap kondisi terbaru pasien korban luka kimia, telah jalani operasi debridement dan cangkok kulit, kondisi mata kanan mulai membaik.